.post-header-date{ font-size:14px; color:#777; margin-bottom:6px; }

Kenapa Banyak Investor Pemula Rugi Di awal, Ini Penyebabnya Jarang Di Bahas

Kerugian merupakan teman sejati dalam sebuah investasi apapun dan hal itu saya anggap wajar saja. Bahkan beberapa ahli keuangan menganggapnya sebagai

Ini Penyebab Utama Rugi di Awal Investasi Saham

Kerugian merupakan teman sejati dalam sebuah investasi apapun dan hal itu saya anggap wajar saja. Bahkan beberapa  ahli keuangan menganggapnya sebagai ongkos belajar.

Namun kalau kita telusuri lebih dalam, sebetulnya ada pola tertentu yang menyebabkan kerugian terjadi secara berulang.

Kerugian saat investasi saham, umumnya berasal dari  kesalahan mulai berinvestasi saham pertama kali.   

Mereka masih susah membedakan antara melakukan trading dan investasi saham.  Dan hal ini sudah saya jelaskan pada artikel perbedaan antara trading dan investasi saham yang sering disalahpahami.

Ekspektasi terlalu tinggi sejak awal

Banyak investor pemula masuk ke pasar saham dengan bayangannya mendapat untung lumayan besar dalam waktu singkat.
 
Namun saat bayangannya itu tidak sesuai realita maka muncul rasa kecewa mereka yang mendorong membuat keputusan impulsif. Ekspektasi berlebihan di awal tadi sering menjadi pintu masuk dari kerugian.

Terlalu mengandalkan informasi sekilas

Rekomendasi  dari media sosial, grup diskusi atau teman karib sering dijadikan dasar dalam membuat keputusan investasi.
 
Informasi dari sumber ini tidak selalu salah tetapi  ada resikonya kalau kita langsung percayai begitu saja. Jadi saring dan seleksi informasi itu dan kalau perlu analisis lebih lanjut  menyangkut kebenarannya.

Tidak memiliki peta rencana yang jelas

Tanpa peta rencana investasi, maka investor pemula bakal  tersesat. Mereka tidak tahu kapan ia harus membeli, menahan atau menjual sahamnya.
 
Pada akhirnya, keputusan ia buat secara situasional mengikuti emosi dan kondisi pasar jangka pendek.

Faktor psikologis yang jarang disadari

Rasa panik takut kehilangan dan keinginan untuk balik modal secepat mungkin, sering membuat kerugian lebih besar bagi para investor.
 
Faktor psikologis seperti ini sangat mempengaruhi hasil investasi yang sebetulnya bisa kita raih. Ingat, investasi saham itu butuh waktu lebih banyak karena hasilnya tidak langsung terlihat.  Poin penting disini, kesabaran selalu menjadi pembeda antara investor sejati dan yang bukan.  

Fakta ini menegaskan bahwa keberhasilan suatu investasi tidak hanya ditentukan oleh sebuah alat analisis saja. Aspek psikologis menjadi relevan untuk menjelaskan apa sebab manajemen emosi lebih penting dari analisis saham. 

Kata kuncinya, pahami dengan baik hal mendasar sebelum membeli saham pertama kali  maka anda dijauhkan dari masalah kerugian sejak dini. Kerugian tidak selalu bisa kita hindari tapi bisa kita kelola dengan strategi investasi saham yang realistis seperti sudah saya jelaskan pada artikel yang lain.
sofyanto
sofyanto
Sofyanto adalah peneliti independen yang aktif menulis topik keuangan pribadi, ekonomi dan bisnis, pertanian, pendidikan, kesehatan, teknologi serta hukum. Tulisannya berangkat dari pengamatan terhadap pola keuangan sehari-hari, literasi publik, serta pengalaman membaca dan merangkum berbagai sumber tepercaya.
Link copied to clipboard.
×