Kesalahan Yang Sering Dilakukan Investor Pemula Saat Mulai Investasi Saham
Ada banyak pelaku usaha diam-diam tertarik pada investasi saham setelah mendengar cerita keuntungan dari pelaku usaha lain.

Ada banyak pelaku usaha diam-diam tertarik pada investasi saham setelah mendengar cerita keuntungan dari pelaku usaha lain.
Ada juga yang terinspirasi sesudah mereka membaca story orang lain di media sosial. Sebagian lainnya termotivasi karena keinginan memperbaiki kondisi keuangannya yang kurang stabil.
Namun mirisnya, tidak sedikit juga investor pemula yang justru merasa kapok investasi saham karena mengalami kerugian besar.
Menariknya, kerugian yang terjadi itu bukan sebab sahamnya yang buruk tetapi akibat kesalahan diri sendiri saat awal pertama kali.
Beragam kesalahan tadi muncul karena investor tidak memahami hal-hal dasar sebelum membeli saham pertama kali.
Investasi tanpa tujuan
Banyak investor pemula membeli saham cuma karena sedang trend dan dibicarakan banyak pelaku usaha.
Tanpa ada tujuan yang jelas, investor pemula itu tidak tahu apakah ia sedang menabung, mencari penghasilan tambahan atau sekedar coba peruntungan.
Akibatnya, keputusan yang dibuat sering kali berubah setiap saat dan mudah sekali dipengaruhi emosi.
Resiko yang sering diremehkan
Kesalahan berikutnya investor pemula ialah mengabaikan manajemen resiko. Tidak sedikit mereka yang langsung tancap gas full dengan mengalokasikan semua modalnya buat membeli satu saham saja. Itu tentu saja sebuah contoh bunuh diri yang tak bisa termaafkan sama sekali.
Harapan mereka berbuat seperti itu, tentu bisa meraup keuntungan yang besar sehingga bisa masuk jajaran orang kaya baru.
Akan tetapi saat proses awal mulai berjalan dengan harga saham terpuruk, kepanikan pun seketika muncul.
Cadangan strategi mengantisipasi kondisi begini tidak ada sama sekali sehingga hanya bisa pasrah menerima keadaan.
Padahal, kalau saja ia menyebar modalnya itu ke beberapa jenis saham atau pola membelinya secara bertahap maka resiko kerugian besar bisa terhindar.
Fokus pada pergerakan harian
Sebuah pengalaman pribadi, saat melihat teman-teman melakukan trading saham, mereka tidak akan pernah lepas sesaat saja dari melihat aplikasi trading mereka.
Kentara sekali mereka fokus pada spread harga yang bergerak naik turun dari grafik pada aplikasi.
Setiap kenaikan kecil poin harga saham bisa memicu senyum sumringah dan sebaliknya penurunan sedikit saja wajahnya berubah menjadi cemas.
Fluktuasi harga harian sebetulnya hal yang wajar di pasar saham. Namun jika terus dipantau tanpa pengetahuan yang cukup, justru bisa mendorong mereka membuat keputusan yang salah.
Dominasi Emosi dalam keputusan
Kesalahan lain yang suka terjadi ialah kurangnya pemahaman dasar para investor pemula tentang saham itu sendiri. Akibatnya saat pertama kali berinvestasi saham, mereka para investor pemula akan mengalami kerugian.
Membeli sebuah saham tanpa tahu bagaimana kinerja perusahaan pemilik saham itu akan sangat berbahaya.
Ibarat kita berbisinis tanpa tahu bagaimana bisnis kita itu bisa menghasilkan uang. Dalam jangka panjang cara kerja seperti itu sulit sekali memberikan hasil yang maksimal.
Selain itu juga, faktor emosi sangat mendominasi dalam membuat sebuah keputusan.
Rasa takut kehilangan uang dan keinginan untuk segera dapat untung besar sering kali membuat para investor pemula melanggar rencana yang sudah dibuat sebelumnya.
Alih-alih dapat untung besar malah bisa berakhir bangkrut dan tanpa modal sepeser pun yang tertinggal direkening pribadi.
Berinvestasi pada saham harus dipandang sebagai proses jangka panjang yang membutuhkan kesabaran dalam pembentukan mental yang tangguh.
Oleh sebab itu kenalilah beberapa kesalahan mental yang banyak investor pemula sering lakukan. Hal ini sudah saya bahas dalam artikel yang lain tentang kesalahan mental yang membuat investor sulit untung dalam jangka panjang.
Jika hal itu sudah berhasil anda deteksi maka lambat laun akan meningkatkan peluang guna mendapat keuntungan maksimal.
Ibarat kita berbisinis tanpa tahu bagaimana bisnis kita itu bisa menghasilkan uang. Dalam jangka panjang cara kerja seperti itu sulit sekali memberikan hasil yang maksimal.
Selain itu juga, faktor emosi sangat mendominasi dalam membuat sebuah keputusan.
Rasa takut kehilangan uang dan keinginan untuk segera dapat untung besar sering kali membuat para investor pemula melanggar rencana yang sudah dibuat sebelumnya.
Alih-alih dapat untung besar malah bisa berakhir bangkrut dan tanpa modal sepeser pun yang tertinggal direkening pribadi.
Berinvestasi pada saham harus dipandang sebagai proses jangka panjang yang membutuhkan kesabaran dalam pembentukan mental yang tangguh.
Oleh sebab itu kenalilah beberapa kesalahan mental yang banyak investor pemula sering lakukan. Hal ini sudah saya bahas dalam artikel yang lain tentang kesalahan mental yang membuat investor sulit untung dalam jangka panjang.
Jika hal itu sudah berhasil anda deteksi maka lambat laun akan meningkatkan peluang guna mendapat keuntungan maksimal.
Tags:
EKONOMI DAN BISNIS