.post-header-date{ font-size:14px; color:#777; margin-bottom:6px; }

Pasar saham dan revolusi finansial

Pasar saham merupakan bagian integral dari sistem keuangan global yang memungkinkan setiap individu

Masa Depan Pasar SahamPasar saham saat ini sudah menjadi penting dari sistem keuangan dunia. Melalui mekanisme ini setiap individu atau korporasi memiliki peluang untuk ikut memiliki bagian dari sebuah usaha  tanpa harus membangunnya dari nol.
 
Peran pasar saham yang semakin besar tidak hanya berfungsi sebagai sarana investasi melainkan juga cerminan kondisi ekonomi suatu negara.
 
Karena itu para pakar ekonomi kerap menjadikan pergerakan pasar saham sebagai salah satu indikator  utama untuk menilai sehat atau tidaknya perekonomian nasional.
 
Sejarah mencatat, pasar saham telah melewati berbagai fase penting dari kemunculannya di eropa, penyebarannya ke Amerika Serikat hingga transformasinya ke pasar modern.
 
Setiap fase itu membawa pengaruh besar terhadap perekonomian global dan turut membentuk cara manusia mengelola keuangan.
 
Namun dibalik pengaruh besar itu, banyak investor pemula justru  mengalami kerugian karena melakukan kesalahan mendasar saat mereka berinvestasi ke pasar saham.
 
Untuk memahami mengapa pasar saham memiliki peran begitu besar dalam sistem keuangan dunia saat ini, penting kita menelusuri kembali konsep pasar saham pertama kali lahir dan berkembang.
 
Dari kebutuhan pendanaan perusahaan dagang hingga terbentuknya bursa saham formal, perjalanan awal pasar saham menjadi pondasi bagi revolusi finansial yang kita kenal sekarang.

kemunculan pasar saham

Lahirnya ide pasar saham berawal dari benua eropa pada tahun 1500 an atau abad 16. Saat itu banyak  perusahaan berskala  besar yang menekuni  sektor perdagangan mencari sebuah metode  guna mendapat tambahan modal usahanya.

Salah satunya ialah perusahaan hindia timur belanda atau VOC yang menggagas  berdirinya  bursa saham amsterdam tahun 1602.

Bursa saham menjadi solusi guna mengumpulkan dana para investor melalui penjualan saham perusahaan.

Kelahiran bursa saham  ini lambat laun memicu pula berdirinya bursa saham lain pada berbagai negara  sehingga menyebar ke seluruh penjuru dunia. 

Pasar saham Negara Amerika Serikat

2 Abad sesudah berdirinya bursa saham amsterdam tadi, yaitu abad 18 atau tepatnya tahun 1792, pasar saham  mulai berdiri  di negara paman sam  Amerika Serikat. 

Hal itu bermula dari 24 trader saham membuat sebuah kesepakatan kerja "Buttonwood Agreement". yang kemudian belakangan kita kenal sebagai New York Stock Exchange.

Mulanya pasar saham tersebut cuma berfokus pada pejualan surat berharga berupa obligasi serta  sekuritas pemerintah. Akan tetapi terus berkembang  dengan bertambahnya perdagangan saham beberapa perusahaan terkemuka.

Namun tahun 1837 sebuah badai moneter melanda  pasar saham Amerika itu karena ulah beberapa oknum trader yang berspekulasi secara berlebihan.

Berdirinya pasar saham modern

Lahirnya pasar saham modern sebenarnya karena adanya pengaruh dari perkembangan teknologi komputerisasi.
 
Perkembangan pasar modern ini juga menuntut kita sebagai investor memahami secara matang hal-hal teknis sebelum memutuskan membeli saham pertamanya.
 
Bergeliatnya aneka produk teknologi sebagai dampak dari revolusi industri turut juga mempengaruhi perkembangan bursa saham global.

Sistem elektronik menjadi fasilitas mewah yang memainkan peran utama dalam setiap transaksi saham.

Sistem nasdaq menjadi pelopor pertama kali  penerapan sistem  elektronik ini pada perdagangan saham tahun 1970.

Berlanjut pada tahun 1990, dengan pesatnya perkembangan teknologi internet kala itu ternyata telah pula merubah pola kerja  pasar saham. 

Para pemilik modal sudah  bisa mengakses  pasar saham secara lebih gampang lewat sebuah platform online.

Atas kondisi  tersebut memicu terjadinya lonjakan jumlah investor yang terjun ke bisnis  pasar saham.

Kendati bentuk usahanya masih rintisan alias meraba jalan, banyak pemilik perusahaan  ikut-ikutan menjual sahamnya di bursa saham.

Pasar Saham mempengaruhi Ekonomi dunia 

Pasar saham menjadi sebuah sarana paling ikonik bagi para pemilik modal guna berinvestasi. 

Pasalnya tanpa repot-repot lagi membangun perusahaan sendiri, seorang investor sudah bisa menjadi bagian dari kepemilikan sebuah usaha corporate. 

Lewat  makanisme penawaran umum saham, sebuah perusahaan raksasa bisa menawarkan sahamnya ke khalayak ramai. 

Tujuannya agar pundi-pundi usahanya bisa bertambah secara gratis, tanpa ada beban bunga yang biasa berlaku jika meminjam  pada perbankkan komersial.
 
Dari pandangan pakar ekonomi makro, secara agregat pasar saham menjadi salah satu tolok ukur sehat tidaknya ekonomi  sebuah negara. 

Misalnya bursa saham indonesia, indeks harga saham gabungan (IHSG) menjadi pusat perhatian para ekonom guna menilai baik buruknya kinerja ekonomi nasional.

Adanya kenaikan atau  penurunan tajam indeks saham gabungan, akan merepresentasikan tinggi rendahnya tingkat kepercayaan dari investor.
 
Dalam praktiknya, fluktuasi indeks saham sering memicu reaksi panik investor pemula. Mereka  sejatinya memang belum terbiasa menghadapi dengan naik turunnya harga saham.

Oleh sebab itu, para invertor pemula  butuh panduan mental agar mereka bisa bertahan dalam transaksi jual beli saham.

Krisis moneter dan  pasar saham

Sepanjang lintas sejarah global, pasar saham sudah beberapa kali mengalami krisis moneter sehingga menimbulkan dampak begitu parah.

Salah satunya  yaitu krisis  "Great Depression"  tahun 1929 kemudian juga terjadi berulang tahun 2008. Penyebabnya, karena keroposnya sektor perbankkan amerika Serikat.is pasar.
 
Kondisi krisis semacam ini kerap menjadi ujian mental, dimana banyak investor sulit bertahan dari tekanan psikologi pasar saham.
 
Berbagai peristiwa moneter itu menunjukkan adanya resistensi pasar saham pada  perubahan ekonomi dan kebijakan moneter yang kurang hati-hati.

Walau pada akhirnya pasar saham global bisa pulih lagi  dan bahkan beberapa dekade terakhir mencatat  pencapaian tertinggi.
 
Oleh karena itu, selain memahami sejarah dan peran pasar saham, investor pemula juga perlu menerapkan strategi yang realistis. Strategi akan membuat mereka mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.

Kesimpulan

Pasar saham merupakan sebuah model revolusi finansial  yang beranjak dari perdagangan saham skala kecil  di belanda  yang kemudian  tersebar   ke seluruh pelosok dunia.

Pasar saham merupakan sebuah metode yang mampu memberi dorongan pertumbuhan ekonomi sebuah negara. Walaupun juga selama perjalanan perkembangannya ada  berbagai  krisis yang mempengaruhi   stabilitas keuangan dunia.

Beriringan dengan pesatnya perkembangan teknologi internet, kini  pasar saham modern sudah berbasis digital. Berbagai fitur layanan untuk melakukan trading saham secara online sudah tersedia. Semisal fxpro trading sebagaimana sudah saya ulas dalam artikel yang lain
 
Pendekatan ini menjadi semakin relevan  bagi investor pemula yang memulai investasinya dengan keterbatasan modal. Selain juga mereka mampu memilih dan memilah strategi saham yang realitis.
sofyanto
sofyanto
Saya adalah penulis independen yang aktif membahas topik ekonomi, investasi, dan isu sosial yang berkembang di Indonesia. Saya menulis artikel berbasis riset terbuka, data publik, serta referensi dari sumber resmi untuk membantu pembaca memahami perkembangan yang berdampak pada masyarakat.
Link copied to clipboard.
×