.post-header-date{ font-size:14px; color:#777; margin-bottom:6px; }

Pinjaman bisa menolong atau menjerat: banyak orang salah mengelolanya

Pinjaman bisa menjadi solusi jalan keluar, tetapi juga bisa berubah menjadi bencana keuangan. Banyak orang mengambil kredit tanpa benar-benar paham

 
Pinjaman bisa menjadi solusi jalan keluar, tetapi juga bisa berubah menjadi bencana keuangan. Banyak orang mengambil kredit tanpa benar-benar paham 100% soal  bunga, tenor, dan risiko cicilan, hingga akhirnya hidup mereka terasa semakin berat dari bulan ke bulan.

Di era modern, pinjaman justru menjadi bagian dari manajemen keuangan banyak orang.  Baik ia yang punya profesi karyawan, pemilik usaha atau ia seorang petani, semuanya selalu memanfaatkan produk pinjaman.

Namun realitas  lapangan dalam pengamatan saya pada beberapa teman justru akibat pinjaman itu hidup mereka jatuh terjerembab. Hidup makin susah, karena untuk mengembalikan pinjaman tadi mereka mengambil pinjaman lagi dari sumber lain.

Orientasi pinjaman dalam otak mereka hanya melihat dari sisi kecepatan pencairan serta besarnya plafond dana yang bisa mereka peroleh. Soal apa resikonya, struktur bunga tenor sangat jauh dalam isi otak mereka.  Pendek kata urusan masalah nanti belakang yang penting dapat pinjaman dulu.

Oleh sebab itu artikel ini saya buat sebagai sebuah panduan menyeluruh guna memberikan wawasan praktis agar dapat membuat keputusan matang terkait pinjaman. Dengan pemahaman yang tepat maka kita akan terhindar dari kesalahan bodoh dalam pengelolaan  keuangan seperti sudah saya bahas dalam artikel 12 kesalahan bodoh manajemen keuangan. 

Mengapa Masyarakat Modern Membutuhkan Pinjaman?

Kebutuhan keuangan pada dasarnya bersifat relatif dan dinamis. Bahwa setiap orang akan memasuki fase hidup yang didalamnya ada beraneka ragam kebutuhan yang perlu untuk dibiayai. Entah kebutuhan itu bersifat primer semisal, makan dan minum, rumah tinggal hingga pengembangan bisnis.

Berikut hasil survey versi pribadi beberapa alasan mengapa pinjaman menjadi bagian penting dari kehidupan finansial modern: 

Biaya hidup yang meningkat

Dalam analisa dan pengalaman saya pribadi, bahwa setiap tahunnya kenaikan harga barang   sudah menjadi langganan. Hal itu biasanya terjadi  kalau ada kebijakan pemerintah menaikan harga bahan bakar kendaraan atau karena sebab menjelang perayaan hari besar keagamaan.

Banyak sektor perekonomian yang ikut terimbas mengalami kenaikan ini seperti kebutuhan pokok, pendidikan, kesehatan hingga properti perumahan. 

Sementara  itu penghasilan tidak selalu naik beriringan dengan kenaikan harga berbagai  kebutuhan. Pada titik inilah pinjaman menjadi solusinya guna menutup kekurangan tadi, apalagi pada situasinya sangat mendadak seperti:
  1. Perbaikan kendaraan yang rusak tiba-tiba
  2. Anggota keluarga mendapat perawatan rumah sakit
  3. Kebutuhan biaya sekolah anak
  4. Renovasi rumah setelah bencana 
Tak dapat kita sangkal situasi seperti ini kerap terjadi, sehingga mencari pinjaman menjadi solusi yang masuk akal.

Kesempatan tidak selalu datang dua kali

Sebab ;ain mencari pinjaman ialah karena ada  kesempatan bisnis. Entah karena menerima sebuah selebaran promosi sebuah perusahaan  diskon besar harga properti, atau ketersediaan unit rumah tipe tertentu maka peluang itu perlu dimanfaatkan sebab sering kali hanya muncul sekali. 

Jika menunggu hingga dana terkumpul, peluang tersebut mungkin bakal akan hilang. Pada kondisi seperti ini, pinjaman menjadi alat mempercepat pencapaian tujuan.

Sebuah pengalaman pribadi, saat mendapat tawaran tanah yang dalam penilaian saya cukup masuk akal harganya. Pun  lokasinya setelah saya kunjungi tepat berada ruas jalan utama. Saat itu kondisi keuangan tidak baik-baik saja dan akhirnya saya melakukan pinjaman pada bank guna membeli tanah.

Singkat cerita, tanah itu bisa saya beli dengan uang pinjaman dan jika saya sedikit saja terlambat membelinya maka  tanah itu mungkin bukan saya pemiliknya. Dua tahun kemudian tanah itu saya jual lagi dengan kenaikan harganya 30% dari harga pokok pembelian.

Dari contoh kasus ini, berarti pinjaman menjadi sebuah alat untuk mencapai tujuan dengan memaksimalkan momentum yang ada.

Modal usaha tidak selalu bisa berasal dari tabungan

Banyak usaha bisa berkembang bukan karena pemilik usaha itu punya  tabungan besar,  tetapi karena mereka punya nyali  mengambil pinjaman yang terukur. 

Beberapa teman pemilik usaha kategori menengah berbagi cerita soal bagaimana mereka membangun usaha dari nol hingga bisa menjadi besar. Mereka pada tahap awal hanya mengandalkan modal pribadi  dan pada fase perkembangan usahanya, modal mulai mereka tambah lewat saluran pinjaman perbankkan.

Secara umum kebutuhan fasilitas kredit pinjaman dalam industri kecil atau UMKM biasanya untuk 
  • menambah stok ketersediaan barang
  • membeli peralatan baru
  • membuka cabang usaha baru
  • meningkatkan kapasitas produksi

Rumah adalah kebutuhan jangka panjang

Properti adalah salah satu kebutuhan kita selaku manusia dan hal itu butuh dana investasi yang besar. Bagi masyarakat yang hidup di wilayah perkotaan kredit perumahan ,menjadi solusi buat mereka  memperoleh rumah tinggal yang layak huni. 

Tanpa kredit pemilikan rumah, impian memiliki rumah mungkin hanya sebuah khayalan saat angin laut berhembus lembut ketika duduk di tepi pantai.  Sebagian besar  orang butuh waktu puluhan tahun untuk menabung agar bisa membeli membangun atau membeli rumah. 

KPR hadir bukan hanya sebagai sebuah  fasilitas, tetapi sebagai jembatan emas menuju stabilitas keuangan dalam  jangka panjang.

Pinjaman dapat meningkatkan nilai kredit

Ketika pinjaman berhasil kita kelola dengan baik tanpa cacat sama sekali maka riwayat kreditnya menjadi positif. Beberapa tahun silam saya melakukan pinjaman pada sebuah bank pemerintah dengan jenis kredit mutliguna dan tenor waktu 10 tahun. 

Selama tenor waktu itu, pembayaran cicilan kredit selalu tepat waktu. Saat tahun ke sembilan pihak bank menawarkan kembali plafond kredit pinjaman yang dua kali lebih besar  dari pinjaman awal.

Pinjaman sebagai alat optimalisasi keuangan

Pinjaman adalah sebuah hutang yang akan kita kembalikan karena  bukan bersifat hibah. Hutang ini jika kita gunakan sesuai rencana awal maka ia menjadi alat untuk: 
  • meningkatkan kualitas hidup
  • memperbaiki arus kas
  • mengembangkan aset
  • memaksimalkan peluang pendapatan
Singkat kata, pinjaman merupakan strategi untuk menjawab rupa-rupa masalah yang  pengelolaannya harus  tepat. Hal mana sudah saya bahas juga dalam artikel cara mengelolah keuangan pribadi yang benar. 

Pinjaman Pribadi (Personal Loan)

Ini merupakan pinjaman yang bersifat personal yang paling fleksibel dibandingkan dengan jenis pinjaman bersifat badan usaha. Pinjaman ini cocok untuk kebutuhan umum baik yang sifatnya konsumtif maupun produktif. 

Oleh karena sifatnya yang fleksibel  maka membuat pinjaman pribadi menjadi yang populer dan paling mendominasi dalam daftar antrian perbankkan.  Ada dua kategori  besar pinjaman ini yaitu:
  1. Tanpa jaminan (KTA)
  2.  Dengan jaminan (agunan)
Pinjaman pribadi biasanya digunakan untuk:
  • Modal usaha 
  • Renovasi rumah
  • Biaya pendidikan
  • Biaya kesehatan
  • Perjalanan
  • Kebutuhan mendesak 
  • Membeli barang tertentu
Jadi tidak ada batasan penggunaannya, sehingga peminjam bebas menggunakannya sesuai yang ia rencanakan.

Jenis-Jenis Pinjaman Pribadi

a. Pinjaman Tanpa Jaminan (KTA)

Ini jenis pinjaman yang paling banyak peminatnya. Bayangkan kita  tidak perlu capek-capek memberikan agunan dan bisa dapat uang yang begitu mudah dan cepat. Namun jangan salah, biasanya bunga pinjaman akan pihak kreditur kenakan  lebih tinggi.  Sudah begitu plafond kredit pinjamannya cuma sedikit. 

Alasan mereka risikonya lebih besar akan mereka tanggung berupa kredit kredit macet. Hal ini tentu saja sangat tidak baik dalam penilaian pihak bank indonesia atau otoritas jasa keuangan.

b. Pinjaman Pribadi Dengan Jaminan

Kebalikannya dengan versi dengan  jaminannya seperti sertifikat rumah, kendaraan, atau deposito. Karena risikonya lebih kecil maka  bunga yang pihak  kreditur bebankan biasanya lebih rendah. 

Pun soal berapa plafond pinjamannya cenderung lebih besar menyesuaikan nilai anggunan yang kita pakai. Tapi resikonya, bila kredit macet maka jaminan akan hilang.

c. Pinjaman Syariah

Jenis ini dalam akad peminjamnnya tidak menggunakan bunga, tetapi  murabahah, ijarah, atau qardh. Dalam ajaran islam, bunga  pinjaman menurut pandangan beberapa ulama masuk kategori riba yang hukumnya haram.  Saya sendiri menggunakan jenis pinjaman syariah ini agar bisa lebih berkah menggunakan uang itu.

Hal-Hal Penting Sebelum Mengambil Pinjaman Pribadi

Sebuah kalimat canda pada beberapa kawan karib, meminjam itu enak yang susah itu mengembalikannya. Pun ada sebuah adegium mengatakan saat meminjam kita bakal di kejar-kejar namun giliran minta uang kita dikembalikan bak seorang pengemis.

Nah agar tidak masuk dalam barisan dua pepatah tadi maka perhatikan baik-baik hal berikut:
  • hitung kemampuannya membayar secara bulanan
  • pilih tenor waktu yang sesuai
  • perhatikan total biaya keseluruhan
  • baca akad perjanjian dengan teliti dan cermat
  • pastikan lembaga keuangan legal dan terpercaya

Risiko Pinjaman Pribadi Yang Sering Diabaikan

Resiko ibarat dua sisi mata uang, ada kebaikan dan ada keburukannya yang jalan beriringan. Pun dalam soal urusan berhutang pada lembaga keuangan, ketika cara pengelolaan pinjaman itu melenceng dari rencana awal, maka otomatis resikonya muncul bersamaan. Kondisi ini bisa terjadi karena :
  • cicilannya melebihi 30% penghasilan rutin
  • penggunaan dana untuk belanja konsumtif
  • sering terlambat bayar yang berdampak pada skor kredit
  • biaya tambahan yang tidak terabaikan
Untuk mengurangi risiko ini, saya anjurkan gunakan jenis pinjaman pribadi hanya ketika benar-benar kita butuh dan bersifat darurat saja.

Pinjaman Bisnis (Business Loan)

Pinjaman ini karakteristiknya tidak sama dengan pinjaman pribadi dan bahkan bisa saya katakan berbeda jauh. Produk perbankkan ini khusus peruntukannya untuk mendukung kebutuhan operasional atau pengembangan usaha.

Bagi pelaku usaha industri rumahan jenis kredit ini hampir seragam untuk semua bank pemerintah yaitu kredit usaha rakyat. Kalau kita baru memulai suatu usaha kurang lebih 6 bulan maka kredit ini dapat menjadi alternatif menambah modal usahanya.

Mengapa UMKM butuh kredit Pinjaman?

Banyak UMKM termasuk saya sendiri memulai bisnis hanya dengan modal terbatas. Untuk bisa berkembang pesat, memang butuh modal tambahan yang saya gunakan untuk :
  • membeli tambahan mesin atau peralatan
  • menambah kapasitas produksi
  • memperbaiki infrastruktur
  • mengembangkan layanan
Tanpa modal tambahan, pertumbuhan bisnis saya melambat. Namun dengan catatan, tambahan modal usaha itu kita butuhkan jika ada potensi pasar. Dengan kata lain utamakan pemasaran dahulu, nanti bila sudah terbuka bagus pasarnya tambah modal usaha itu secara perlahan.

Jenis-Jenis Pinjaman Bisnis

KUR (Kredit Usaha Rakyat)

Kredit ini merupakan sebuah kebijakan moneter pemerintah Indonesia dengan maksud mendorong pergerakan ekonomi kerakyatan.

Tidak usah kita terkejut, kredit ini berlaku dan tersedia pada semua bank milik pemerintah. Ciri utama dari kredit pinjaman ini bunganya rendah bila kita bandingkan dengan pinjaman umum. Nasabahnya berlaku hanya untuk UMKM.

Data beberapa tahun terakhir memperlihatkan bahwa nasabah untuk kredit usaha rakyat ini selalu naik secara signifikan. Tampak dari nilai kredit yang berhasil pihak bank salurkan hingga posisi tahun 2025 sudah mencapai angka 83% dari target nasional 

Pinjaman Modal Kerja

Dari namanya saja kita bisa tahu peruntukan kredit pinjaman ini  yaitu kita gunakan untuk kebutuhan operasional harian seperti membeli bahan baku, membayar supplier, atau menggaji karyawan.

Pinjaman Investasi

Digunakan untuk membeli aset jangka panjang seperti mesin, kendaraan, atau lahan usaha. Namun Apa yang tadi kita beli, bisa bernilai aset kalau bisa mencetak pendapatan. Misal kalau mobil untuk buat taksi angkutan penumpang, maka sah kita sebut aset. 

Tapi kalau cuma untuk pemakaian pribadi maka tidak bernilai aset.  Penjelasan lebih lengkap dan rinci simak dalam ulasan artikel lain cara cepat mendapatkan uang banyak, miliki aset ini.

Invoice Financing

Pinjaman yang didasarkan pada tagihan pelanggan. Cocok untuk usaha yang memiliki piutang tetapi membutuhkan modal cepat.

Pinjaman Bisnis Tanpa Jaminan

Sesuai pengalaman pribadi kategori ini biasanya diberikan dalam jumlah lebih kecil, tetapi prosesnya cepat. Kredit usaha rakyat masuk kategori  pinjaman jenis ini. Modal awal surat keterangan usaha  dari pemerintah desa ditambah ijin usaha  kemudian nomor pokok wajib pajak. Selanjutnya Petugas kredit bank akan melakukan survey lapangan pada usaha kita.  Jika penilaian mereka cukup layak maka dana pinjamannya bisa lanjut proses ke tahap berikutnya. 

Risiko dalam Mengambil Pinjaman Usaha

Setiap usaha selalu ada resiko yang membayanginya, terlebih lagi jika usaha itu masih bersifat rintisan dan masih tahap pengembangan. Hal-hal itu nantinya akan berdampak pada kredit pinjamannya. Sebagai pelaku usaha perlu memahami bahwa 
  • pendapatan usahanya  tidak stabil
  • perhitungan jangan terlalu optimis dan percaya diri  berlebihan
  • penggunaan modal terkadang tidak sesuai rencana
Ketiga hal itu, menjadi pondasi sebelum memutuskan menggunakan tambahan modal dari kredit pinjaman atau cukup denan modal pribadi saja.

Kredit Pemilikan Rumah

Siapa yang tidak butuh rumah tinggal, mungkin hanya sosok tarzan  saja yang tidak butuh perlindungan dari panas dan hujan. 

Kita semua sepakat rumah adalah kebutuhan penting, tetapi harganya tidak semua bisa memperolehnya  secara tunai. Kredit pemilikan rumah hadir sebagi  sebagai solusinya. 

Apa Itu kredit pemilikan rumah 

Ini merupakan fasilitas pembiayaan jangka panjang bagi seseorang yang punya niat membeli rumah, ruko, atau apartemen. jangka waktunya  bisa mencapai 15–20 tahun. 

Jenis-Jenis Kredit pemilikan rumah 

  1. Konvensional : Menggunakan bunga tetap atau bunga mengambang.
  2. Syariah :  Menggunakan sistem bagi hasil atau jual beli.
  3. Subsidi : Ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah dengan cicilan lebih ringan.
  4. Refinancing : Memindahkan Kredit pemilikan rumah ke bank lain untuk bunga yang lebih rendah.

Cara Kerja Kredit pemilikan rumah

Pihak bank akan memberikan pinjaman kemudian kita wajib membayar cicilan bulanan yang terdiri dari pokok dan bunga. Semakin panjang tenor waktu pinjamannya, semakin kecil cicilan bulanan  tetapi pada sisi seberangnya total bunganya semakin besar. 

Kenapa bisa seperti itu ?  Secara teoritis ekonomi, Ini ada hubungannya dengan nilai intrinsik uang  yang perlu pembahasan khusus dalam artikel lain.

Hal Penting Sebelum Mengambil Kredit pemilikan rumah

Sama juga dengan kredit pinjaman yang sudah saya bahas sebelumnya, kita perlu memastikan beberapa hal berikut :
  • pastikan riwayat kreditnya bersih tidak masuk black list
  • siapkan uang panjar
  • hitung kemampuan membayar secara bulanan
  • periksa legalitas properti yang hendak kita bayar
  • pahami sistem bunga yang akan dibebankan 

Mengenal Sistem Bunga dalam Pinjaman

Banyak nasabah peminjam tidak mengetahui bahwa ada beberapa jenis bunga yang pihak bank berlakukan pada uang pinjaman. Hal itu dapat mempengaruhi pada total cicilan kita setiap bulan.

Bunga Flat

Bunga jenis ini cicilannya setiap bulan selalu sama. Kendati pemerintah membuat kebijakan moneter menurunkan suku bunga  bank, maka hal itu tidak berlaku bagi nasabah yang akad kreditnya  menggunakan bunga flat. Kendati pokok kreditnya sudah hampir habis, besarnya cicilan kita pada bank akan selalu sama.  

Bunga Efektif

Perhitungan bunga ini berdasar pada sisa pokok pinjamannya. Maksudnya saat bulan ini kita sudah membayar cicilan pinjaman, maka bulan berikutnya bunga akan pihak bank hitung kembali sesuai sisa pokok pinjaman. Jadi setiap bulan cicilannya otomatis akan  ikut menurun.

Anuitas

Jenis yang terakhir ini  secara nominal pembayaran cicilan kredit pinjaman tiap bulan selalu sama. Tapi proporsi peruntukan untuk pokok dan bunga akan berbeda. biar mudah memahaminya, contoh jika pinjaman kita
   Pinjaman             : Rp100 juta
    Tenor waktu         : 12 bulan
    Bunga anuitas     : 12% per tahun
    Cicilan per bulan  : ± Rp8,88 juta (tetap)

    Bulan 1: Bunga   : Rp1 juta
                   Pokok    :Rp7,88 juta

    Bulan 6 : Bunga lebih kecil (< 1 juta)
                   Pokok lebih besar
    Bulan 2 : Bunga sangat kecil (<1juta)
                   Pokok hampir seluruh cicilan

Cara Mengelola Pinjaman dengan Bijak

Pinjaman merupakan sebuah hutang seperti sudah saya utarakan sebelumnya dan wajib kita kembalikan. Biar tidak menimbulkan beban belakang hari harus kita atur dengan disiplin.

Gunakan untuk kebutuhan yang jelas

Maksudnya harus punya ada sasaran dulu, kita pakai buat apa uang pinjaman itu. Ia bisa efektif kalau kita arahkan penggunaanya untuk : 
  • kebutuhan penting dan mendesak
  • usaha yang menghasilkan
  • perbaikan aset yang bernilai ekonomi
  • biaya pendidikan

Buat perencanaan pembayaran

Dalam beberapa pandangan ahli keuangan semisal Dave Ramsey dari Amerika Serikat mengatakan Total kewajiban utang bulanan tidak boleh membebani arus kas utama. Lebih jelas lagi dalam kebijakan otoritas jasa keuangan indonesia mengungkap debt service ratio antara 30–35% untuk nasabah berisiko rendah.

Jadi kalau total pendapatan kita tiap bulan hanya 5 juta, maka  30% dari nilai itu 1,5 juta yang bisa untuk membayar cicilan pinjaman. Jika melebihi dari itu, sudah pasti bakal jadi masalah.

Hindari memiliki banyak pinjaman sekaligus

Hindari memiliki banyak pintu pinjaman sebab  beban finansialnya akan meningkat sehingga punya peluang menciptakan riwayat kredit  yang buruk. Kalau terpaksa harus meminjam, maka sangat saya anjurkan cukup 1 lembaga keuangan saja.

Memilih Pinjaman yang Tepat Untuk Kebutuhan Anda

Tidak semua pinjaman cocok untuk semua orang sebab tergantung kepentingan dan kebutuhan setiap orang. Berikut saya berikan panduan singkatnya: 

1. Jika Anda butuh dana cepat tanpa jaminan   pilih Kredit tanpa anggunan

Cocok untuk kebutuhan mendesak dan jangka pendek.

2. Jika Anda ingin memulai usaha  pilih  Pinjaman Bisnis 

Disarankan jika modal digunakan untuk aktivitas produktif.

3. Jika Anda ingin membeli rumah  pilih kredit pemilikan rumah  

Pilih tenor waqktu sesuai kemampuan membayarnya dalam jangka panjang. 

Kesimpulan: 

Pinjaman pribadi, pinjaman bisnis, dan kredit pemilikan rumah  semuanya memiliki fungsi penting jika kita gunakan secara bijak dan tepat. Kuncinya bukan pada produknya, tetapi pada bagaimana Anda mengelola seperti: 
  1. memahami bunga
  2. menghitung kemampuan bayar
  3. memilih produk yang tepat
  4. menjaga disiplin dalam pembayaran
  5. menggunakan dana sesuai tujuan
Keputusan finansial yang bijak akan membantu kita  mencapai stabilitas keuangan jangka panjang, memperluas peluang, serta mewujudkan rencana besar dengan lebih terukur.
sofyanto
sofyanto
Saya adalah penulis independen yang aktif membahas topik ekonomi, investasi, dan isu sosial yang berkembang di Indonesia. Saya menulis artikel berbasis riset terbuka, data publik, serta referensi dari sumber resmi untuk membantu pembaca memahami perkembangan yang berdampak pada masyarakat.
Link copied to clipboard.
×