11 Isu Politik Yang Berdampak Elektoral
Menjadi sebuah kelaziman berbagai isu politik selalu berhembus kencang dan hadir berbarengan pada setiap perhelatan pesta demokrasi.
Menjadi sebuah kelaziman berbagai isu politik selalu berhembus kencang dan hadir berbarengan pada setiap perhelatan pesta demokrasi. Dari mulai isu biasa-biasa tanpa topik yang minus resiko sampai bahkan isu politik yang beresiko hukum.
Rata-rata isu politik dilingkaran hukumlah paling sering dan suka dimainkan para tim sukses salah seorang tokoh politik.
Soal benar tidaknya isu itu, perkara lain tapi biasanya isu politik yang naik ke permukaan menurut pendapat sebagian orang selalu panas diperbincangkan publik.
Jadi sumber isu sebenarnya merunut pada perkara adanya fakta masalah dan bukannya hanya hal-hal yang kabur, tidak jelas dan menjurus pada fitnah.
Fakta Isu Politik tidak Menarik
Membongkar rahasia dibalik isu politik tidak terlalu merepotkan. Beberapa potret hasil penelitian sudah menjelaskan tentang soal ini, sebagaimana di rilis Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia di situs resminya lipi.go.id.
Terungkap sebuah fakta unik dari hasil survei LIPI pada periode 25 Juni 2012 hingga 10 Juli 2012 bahwa cuma 23 persen responden mengaku tertarik soal politik dan pemerintahan.
Sedangkan yang tak tertarik soal politik lebih banyak lagi yaitu mencapai 30 persen. Sepertiga responden dalam jajak pendapat tersebut mengaku tidak suka mendiskusikan soal masalah politik. Sisanya hampir 20 persen yang mengatakan suka mendiskusikan soal politik.
Ketika di tanya lebih lanjut, dari mana mereka mengetahui isu politik tersebut, maka hasilnya 85 persen responden mengatakan mengetahui dari media massa.
Dugaan saya soal ini, ada hubungan garis lurus dengan menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap partai politik dan lembaga pemerintah.
Fenomena marak beredarnya kasus-kasus hukum menjadi salah satu pemicu sikap apatis dan masa bodoh masyarakat.
Persoalannya, fenomena perang urat syaraf isu-isu politik yang menggelinding dan kental beraroma hukum itu, selalu menjadi mainan antar tokoh politik yang lagi bertarung.
Parahnya juga isu politik itu tidak didukung data yang kuat. Jadinya, model propaganda politik seperti itu hanya masuk dalam ranah black campaign tanpa memberi pengaruh apa-apa pada tingkat elektoral.
Rata-rata isu politik dilingkaran hukumlah paling sering dan suka dimainkan para tim sukses salah seorang tokoh politik.
Soal benar tidaknya isu itu, perkara lain tapi biasanya isu politik yang naik ke permukaan menurut pendapat sebagian orang selalu panas diperbincangkan publik.
Pengertian Isu
Menurut Barry Jones dan Chase sebagaimana di muat situs wikipedia.org dijelaskan isu adalah sebuah masalah yang belum terpecahkan yang siap diambil keputusannya. Isu merepresentasikan suatu kesenjangan antara praktik korporat dengan harapan-harapan para stakeholder.Jadi sumber isu sebenarnya merunut pada perkara adanya fakta masalah dan bukannya hanya hal-hal yang kabur, tidak jelas dan menjurus pada fitnah.
Fakta Isu Politik tidak Menarik
Membongkar rahasia dibalik isu politik tidak terlalu merepotkan. Beberapa potret hasil penelitian sudah menjelaskan tentang soal ini, sebagaimana di rilis Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia di situs resminya lipi.go.id.
Terungkap sebuah fakta unik dari hasil survei LIPI pada periode 25 Juni 2012 hingga 10 Juli 2012 bahwa cuma 23 persen responden mengaku tertarik soal politik dan pemerintahan.
Sedangkan yang tak tertarik soal politik lebih banyak lagi yaitu mencapai 30 persen. Sepertiga responden dalam jajak pendapat tersebut mengaku tidak suka mendiskusikan soal masalah politik. Sisanya hampir 20 persen yang mengatakan suka mendiskusikan soal politik.
Ketika di tanya lebih lanjut, dari mana mereka mengetahui isu politik tersebut, maka hasilnya 85 persen responden mengatakan mengetahui dari media massa.
Dugaan saya soal ini, ada hubungan garis lurus dengan menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap partai politik dan lembaga pemerintah.
Fenomena marak beredarnya kasus-kasus hukum menjadi salah satu pemicu sikap apatis dan masa bodoh masyarakat.
Persoalannya, fenomena perang urat syaraf isu-isu politik yang menggelinding dan kental beraroma hukum itu, selalu menjadi mainan antar tokoh politik yang lagi bertarung.
Parahnya juga isu politik itu tidak didukung data yang kuat. Jadinya, model propaganda politik seperti itu hanya masuk dalam ranah black campaign tanpa memberi pengaruh apa-apa pada tingkat elektoral.
Artikel Lain Efek Elektoral Propaganda Politik
Fakta cuma 23 persen masyarakat yang peduli dan tertarik isu politik dan pemerintahan seharusnya menjadi bahan pertimbangan bagi tim sukses agar segera meramu ulang strategi politik alternatif yang mumpuni.
Jangan terlalu keenakan memainkan isu-isu politik berbau hukum. Ini ibarat meludah di arah angin, maksud hati membuat lawan politik bisa terjungkal, elektabilitasnya tergerus tapi secara tidak disadari akan kena cipratnya juga.
Artikel lain Trik Meningkatkan Elektabilitas Tokoh Politik Hingga 73 persen
Jenis Isu Politik
Bagi seorang politisi senior, membangun isu politik adalah sebuah keharusan. Tak bisa dipungkiri ini dilakukan, cuma untuk satu tujuan, agar konsentrasi publik bisa bertahan lebih lama dan selalu tertuju pada dirinya.Sayangnya, untuk mencapai maksud tersebut, porsi terbesar isu politik yang dibangun kebanyakan tidak membawa efek elektoral, dan lebih lucu lagi dipertahankan terus menerus.
Adanya ceruk yang terbuka sebesar kurang lebih 50 persen (30 % mengaku tidak suka politik dan 20 % tidak suka berdiskusi soal politik) seperti sudah diurai sebelumnya mestinya dapat di ambil oleh seorang tokoh politik untuk tambah-tambah perolehan suaranya.
Karena itu menjadi penting tim sukses segera mengemas ulang isu politik yang mampu membuat kalangan yang tidak suka politik menjadi tertarik, bagai mereka melihat dewi turun dari kahyangan
Ringkasnya, b eberapa jenis isu politik yang tidak membawa serta sangat lambat memberikan efek elektoral seperti :
- Dugaan korupsi
- Etnis dan agama
- Dugaan ijazah palsu
- Hutang piutang
- Dugaan selingkuh
- dsb
Sudah jelas, subyek utama dari isu tersebut secara utuh dan bulat bicara tentang diri pribadi tokoh politik tersebut, jadi tidak ada kaitannya sama sekali dengan kepentingan masyarakat.
Biar mudah memahami, apakah anda senang dan betah berjam-jam duduk manis mendengarkan kisah seseorang tanpa dia peduli anda sudah makan atau belum, pekerjaan anda ada masalah tidak, di rumah sudah pakai bahan bakar LPG 3 Kg atau masih kayu bakar dan seterusnya.
Terus terang saya sendiri akan cepat muntah, dan muak kalau keseringan mendengar isu-isu tidak bermutu. Bagaimana dengan anda ?
Beda lagi kalau isu politik yang diumbar soal-soal kemaslahatan umat, seperti isu dampak BBM naik, listrik naik, LPG3 langka, tarif pajak naik dsb. Maka condong akan memiliki efek elektoral.
Mengapa ?
Karena subyek yang dibicarakan secara tidak langsung adalah soal kepentingan masyarakat luas. Kalau begitu, pertanyaan kritisnya isu politik seperti apa yang harus di bangun ?
Pemilihan isu politik, penting memperhatikan situasi kondisi di tengah-tengah masyarakat, apa mayoritas pekerjaannya, masalah-masalah yang sering mereka hadapi.
Bisa saya rangkum meliputi :
- Isu agararia atau pertanahan gratis
- Isu pelayanan perizinan cepat
- Isu percepatan pelayanan E-KTP
- Isu pelibatan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam
- Isu tranformasi teknologi tepat guna dalam pola bercocok tanam
- Isu pendidikan (beasiswa)
- Isu pembebasan pajak
- Isu peningkatan produksi pertanian secara tajam
- Isu penyediaan benih unggul di dunia
- Isu pemberian modal usaha tanpa agunan
- Isu bedah rumah gratis
Ketimbang harus selalu menguras energi secara sia-sia, maka saya pikir sangat cerdas jika seorang tokoh politik mampu secara piawai memainkan 1 1 isu sentral itu.
Lebih bagus lagi jika isu itu mampu disuguhkan ke tengah publik dengan nuansa berbeda, unik dan aneh . Ini akan menjadi viral dan menjadi pusat perhatian serta topik hangat ditengah ruang publik.
Akhirnya saya mau menutup ulasan ini, bahwa sejatinya bangunlah isu-isu politik cerdas, tanpa upaya itu anda tidak akan pernah bisa mencicipi rasanya menjadi seorang pemenang dalam pertarungan politik.
Baca juga
Politik Uang Jalan Ampuh Meraih Suara Terbanyak
Tags:
POLITIK
