[Valid Atom 1.0] PIKIRANKU: BNI DAN 3 KOMENTAR BENGKOK DANA CSR
IKUTI KAMI DI SOSIAL MEDIA

Saturday, July 11, 2015

BNI DAN 3 KOMENTAR BENGKOK DANA CSR


  Pikiranku
Pada hakekatnya keberhasilan pembangunan di Indonesia selain dari adanya campur tangan  pemerintah, juga di tentukan dari adanya peran sektor swasta dan masyarakat. Salah satu bentuk peran sektor swasta tersebut adalah dalam bentuk penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau dapat di artikan dana tanggung jawab sosial perusahaan.  Siapapun pemilik perusahaan itu, entah dari kalangan  rakyat biasa, bangsawan, menteri, politikus atau bahkan keluarga presiden sekalipun  tidak akan bisa mengelak dari kewajiban penyaluran dana CSR ini. 

 
Secara tegas dalam pasal 15 huruf b Undang-Undang No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal telah di nyatakan bahwa yang dimaksud dengan “tanggung jawab sosial perusahaan” adalah tanggung jawab yang melekat pada setiap perusahaan penanaman modal untuk tetap menciptakan hubungan yang serasi, seimbang, dan sesuai dengan lingkungan, nilai, norma, dan budaya masyarakat setempat. Ketentuan ini selanjutnya telah di jabarkan lebih jauh dalam   Peraturan Pemerintah No. 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan Perseroan Terbatas serta     Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. PER-08/MBU/2013 Tahun 2013 Tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara No. PER-05/MBU/2007 Tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara Dengan Usaha Kecil Dan Program Bina Lingkungan.

Tanggung jawab sosial perusahaan merupakan suatu wujud  nyata kepedulian  dunia usaha terhadap lingkungan di sekitarnya. Berbagai sektor yang dibidik dalam kegiatan ini meliputi, bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan dan bahkan sosial budaya. Begitupun BNI sebagai sebuah organisasi pelat merah rasanya akan sangat mustahil terbebas dari kewajiban  penyaluran dana tanggung jawab sosial ini, sekalipun institusi yang satu ini 60 persen  sahamnya adalah milik pemerintah. Sebagai lembaga perbankan yang menganut azas prudential (kehati-hatian) tentunya BNI akan terus berupaya semaksimal mungkin menjaga kepercayaan  yang telah di berikan pemangku kepentingan sehingga  memungkinkan BNI akan terus berkembang di masa-masa mendatang.
   
   Terlepas dari pada itu semua, dengan mengusung visi  Menjadi bank yang unggul, terkemuka, dan terdepan dalam layanan dan kinerja,  maka dalam usianya yang telah melewati setengah abad ini   BNI  telah membuktikan dirinya sebagai bank  tangguh yang mampu melewati lika-liku dari  jatuh bangunnya   perekonomian Indonesia.  

 Sejarah kelam perekonomian Indonesia pasca proklamasi kemerdekaan antara tahun 1953-1966 dengan banyak bertebarannya  kebijakan moneter ekstrem  bank Indonesia  kala itu seperti misal devaluasi mata uang, tingginya inflasi sampai 500 persen, rendahnya produktifitas ekonomi nasional dan sebagainya membuat BNI harus bekerja keras menata sistem pengelolaan perbankkannya.  

Belajar dari pengalaman masa lampau itulah, kalau ada pepatah mengatakan pengalaman adalah guru yang terbaik maka itu pantas disematkan pada BNI saat menghadapi  krisis moneter tahun 1998.Tidak mengherankan saat krisis itu terjadi BNI merupakan lembaga perbankkan yang di tunjuk pemerintah untuk mengambil alih hak dan kewajiban nasabah pada bank-bank yang di bekukan pemerintah.

Saat ini di ulang tahunnya yang ke 69 pada tanggal 5 Juli 2015 BNI menggelar semarak perayaannya dengan  turut melibatkan partisipasi aktif masyarakat melalui   lomba blogging. Penawaran terbuka BNI ini tak saya lewatkan begitu saja, karena  sebagai salah satu nasabah BNI atas nama Drs Sofyanto, M.Si sejak tahun 2007, inilah kesempatan satu-satunya bagi saya untuk menunjukkan wujud kepedulian pada BNI lewat merayakan hari ulang tahunnya. “selamat ulang tahun  BNI, semoga di ulang tahunmu yang ke 69 ini engkau semakin jauh di depan  dan  mampu berdiri sejajar dengan ICBC dari China,  JPMorgan Chase atau Wells Fargo dari USA”.   

BNI “Bank sehat” itulah sekelebat pikiran yang terlintas dalam kewarasan saya guna menilai kinerja BNI selama ini sehingga  tidak mengada-ada, lebay atau apapun istilahnya jika saya berani mengatakan  BNI akan mampu berdiri sejajar dengan beberapa bank terkemuka sebagaimana di paparkan sebelumnya.  

Dalam kurun 5 tahun terakhir, perolehan  laba bersih BNI terus mengalami peningkatan yang sangat pesat, lihat saja tahun 2010 BNI berhasil membukukan laba bersih sebesar 4.1 triliun, tahun 2011 sebesar 5.69 triliun, tahun 2012  sebesar 7.1 triliun, tahun 2013 sebesar 9.1 triliun dan terakhir tahun 2014 adalah sebesar 10.8 triliun. Perolehan laba ini menunjukkan rata- rata persentase kenaikan laba BNI setiap tahunnya berada pada kisaran 18 % s.d 30 %, sangat baik. Imbasnya tidak kurang 19 penghargaan bergengsi baik yang level nasional maupun internasional sudah berhasil di sabet oleh BNI. Silahkan anda buktikan sendiri dengan mengunjungi situs resminya bni   

     Semakin tingginya perolehan  laba bersih BNI ini berbanding lurus dengan semakin tingginya  dana CSR yang di salurkan ke masyarakat luas.   Komentar miris yang menelikung fakta dari sejumlah pihak  di berbagai ruang publik entah  di media social (face book, twitter, instagram) ataupun di berbagai acara talk show  beberapa stasiun terkemuka tentang konsep penyaluran CSR  perusahaan pelat merah bahwa hanya sekedar bagi bagi uang,   hanya pencitraan atau bahkan modus korupsi  ternyata hanya duga-duga atau spekulasi tanpa alasan. 

Pada prakteknya design   penyaluran  dana  CSR BNI selama ini di laksanakan  melalui beberapa program unggulan.  Sebut saja   program kemitraan di mana sejak tahun 2007 s.d 2014  lewat kampoeng BNI   telah disalurkan dana CSR sebesar  Rp. 18.28 Milyar dengan total mitra binaan mencapai 363. Tidak itu saja, dalam bidang  pelestarian alam dan lingkungan hidup, BNI  telah melaksanakan program kali ciliwung bersih, melakukan  penanaman 1 juta pohon, melaksanakan pengembangan taman kota,  menyumbangkan 40 unit  biogas digester dan masih banyak lagi kegiatan lainnya.     

Kesemuanya program CSR  BNI ini merupakan bentuk pelaksanaan code of conduct  sebagai wujud  praktek good corporate governance. Yakni bertanggung jawab dan melaksanakan seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk didalamnya menjalankan kewajiban sebagai warganegara yang memiliki  tanggung jawab sosial   pada lingkungannya.  Amin
Share artikel to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg

No comments:

Post a Comment

BERIKAN KOMENTAR SESUAI ISI ARTIKEL YANG ADA,

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...