[Valid Atom 1.0] PIKIRANKU: AROGANSI ANDO LOBUD
IKUTI KAMI DI SOSIAL MEDIA

Tuesday, July 12, 2011

AROGANSI ANDO LOBUD

Sosok Ando Lobud  mungkin di kenal sebagian masyarakat sebagai ketua LSM Formak lewat media surat kabar lokal. Saya sendiri mengetahui sosok Ando Lobud saat berkunjung di Puskesmas Rawat Inap Gogagoman.  


Sungguh mengejutkan saat pagi hari itu mendengar perdebatan kecil seorang petugas kesehatan dengan orang yang mengaku Ando Lobud. Awalnya saya tidak begitu tertarik mendengar perdebatan mereka, namun ada suatu kata kunci yang sering di ucapkan berulang-ulang Ando Lobud “Saya Ando Lobud Ketua LSM Formak”  dengan petantang petenteng mengembar-gemborkan statusnya sebagai ketua LSM. Simak saja kejadian berikut ini yang terjadi tanggal 11 juli pagi pada puskesmas Rawat Inap Gogagoman. 

Ceritanya ada seorang pasien (Mariam Raja) yang masuk melahirkan pada puskesmas rawat inap Gogagoman dan pada hari itu sudah di perbolehkan untuk pulang. Tak tahu apa hubungan antara Ando Lobud dengan sang pasien (Katanya tetangga), yang jelas Sang Ando Lobud yang mengaku ketua LSM Formak  menanyakan besar biaya yang harus di bayarkan terhadap jasa atas pertolongan persalinan pasien.

Saat itu seorang petugas puskesmas sudah menjelaskan secara detail  dan terperinci besaran biaya yang harus di bayar kurang lebih Rp. 663.000.  Rupanya Sang Ando Lobud merasa keberatan dengan jumlah biaya tersebut sehingga menawarkan untuk membayar setengahnya saja Rp. 300.000 dengan jaminan untuk pembayaran setengah sisanya di kemudian hari.   

Namun sayangnya akal-akalan yang di tawarkan tidak bersambut, kemudian petugas puskesmas tersebut menawarkan untuk pembebasan biaya persalinan melalui program Jaminan Persalinan (Jampersal),  dengan persyaratan cukup menyediakan foto copy KTP suami istri dan kartu keluarga maka pasien tidak akan di kenakan biaya sedikitpun. 

Atas tawaran petugas tersebut, di tolak mentah-mentah orang yang mengaku Ando Lobud Ketua LSM Formak dan mengaku akan membayar semua biaya yang telah di sampaikan di awal. Namun anehnya topik pembicaraan mulai melebar dan tidak berhubungan sama sekali dengan biaya persalinan, dengan nada sombong, angkuh sosok Ando Lobud mengaku-aku kalau seorang pejabat yang ada di Dinas Kesehatan adalah kakaknya, Kepala Puskesmas yang menjabat sekarang secara tersirat adalah berkat jasanya  (Ando Lobud) sehingga menjadi seorang kepala Puskesmas dan tak lupa beliau menyebutkan sejumlah nama pejabat. 

Yang lebih memiriskan adalah pernyataan Ando Lobud bahwa beginilah cara LSM mencari uang (hanya untuk LSM Formak), sedikit berspekulasi mungkin sesampai di rumah sisa uang yang tidak di bayarkan akan di minta lagi pada pasien tersebut.

Terkait dari kronologis peristiwa itu, saya selaku masyarakat Kotamobagu melihat kejadian seperti ini berpikir mungkin sosok seperti Ando Lobud inilah yang cocok untuk di seret ke  polisi karena mencatut sejumlah nama pejabat untuk kepentingan pribadi. Untuk kepentingan apa ando Lobud menyatakan kakaknya adalah seorang pejabat pada Dinas Kesehatan, Untuk kepentingan apa pula menyatakan secara tersirat bahwa Kepala Puskesmas Rawat Inap Gogagoman di lantik karena jasanya. 

Tidak ada hubungan sama sekali antara biaya persalinan yang harus di bayarkan dengan sejumlah pernyataan yang mencatut nama pejabat, yang paling mungkin dari pernyataan Ando Lobud  adalah untuk menakut-nakuti petugas puskesmas guna kepentingan pribadi.  Sudah sedemikian Super power kah Ando Lobud sampai bisa menentukan siapa pejabat yang duduk dalam suatu jabatan pemerintahan ?  Etika yang di pertontonkan di depan public sangat jauh dari adab kesopanan dan berkesan sombong atas status ketua LSM Formak. (Mungkin LSM yang anggotanya hanya diri sendiri) sehingga bisa seenaknya  membayar biaya persalinan (Rp. 300.000) di luar ketentuan dan kemudian memulangkan pasien tersebut. 

Jangan membawa atas nama dan untuk masyarakat namun membawa kepentingan pribadi di balik LSM yang anda pimpin. Jangan-jangan LSM yang di maksudkan bukan Lembaga Swadaya Masyarakat namun lebih tepatnya Lembaga Sarang Menyamun, kalau itu yang di maksudkan maka apa yang di pertontonkan Ando Lobud depan public saat itu sudah tepat dan bisa di seret ke polisi, dengan tuduhan pasal mengabaikan Peraturan Daerah yang mengatur tentang Retribusi pelayanan kesehatan serta pasal pencemaran nama baik pejabat.    


   
Share artikel to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Digg

1 comment:

  1. pribadi setiap orang tidak ada yang tahu,... mungkin di luar baik di dalamnya buruk

    ReplyDelete

BERIKAN KOMENTAR SESUAI ISI ARTIKEL YANG ADA,

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...